Akibat Produksi Di Amerika Menguat,Harga Minyak Di Dunia Menjadi Naik

Akibat Produksi Di Amerika Menguat,Harga Minyak Di Dunia Menjadi NaikĀ  – Harga minyak dunia hari ini naik tidak tebal, dipengaruhi dari harapan penurunan produksi yang di pimpin OPEC di dalam kenaikan produksi di Amerika Perkumpulan (AS) .

Seperti diambil dari Reuters, Selasa (21/11/2017) , harga minyak brent jadi patokan harga minyak internasional ada di level USD62, 20 per barel pada jam 0301 GMT atau naik 8 dari mulanya. Sesaat, harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) ada di level USD56, 50 per barel, juga naik 8 sen.

Aktor pasar mengemukakan kalau mereka hindari tempat baru yang besar karna ketidakpastian di pasar. Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) , dengan sekumpulan produsen non-OPEC yang di pimpin Rusia, sudah menahan produksi mulai sejak awal th. ini dalam usaha untuk akhiri supply global serta harga pelampung.

Perjanjian untuk mengekang produksi mau selesai pada Maret 2018. Namun, OPEC mau berjumpa pada 30 November untuk mengupas prospek kebijakan itu.

OPEC diperhitungkan mau sepakat untuk perpanjang pemotongan produksi karna tingkat penyimpanan tetaplah tinggi walau ada penarikan beberapa waktu terakhir, meskipun ada kesangsian berkenaan tekad sebagian peserta untuk selalu membatasi produksinya.

” Jika pemotongan oleh OPEC/non-OPEC berlanjut, surplus saham mau turun jadi seputar USD50 juta barel diatas rata-rata lima th. di kuartal III/2018 (turun dari 140 juta barel diatas rata-rata saat ini) serta harga mau menjangkau USD65-70 per barel, ” kata konsultan daya FGE.

Konsultan daya Westwood Global Energy Group mengemukakan kalau produksi AS mau naik lebih cepat dari pada yang diperlihatkan oleh kenaikan jumlah rig, yang sudah melonjak dari 316 rig pada pertengahan 2016 hingga 738 minggu lantas, karna produsen makin produktif per sumur.

” Westwood Global Energy mengasumsikan kenaikan 18% pada rig aktif pada 2018, tetapi perkembangan keinginan yang lebih cepat di ruang service spesifik karna operator konsentrasi pada efisiensi serta berikan lebih sedikit, ” kata konsultan itu.

Tahun depan, FGE memperingatkan ada potensi masalah supply yang makin ketat bisa menimbulkan lonjakan harga minyak, tetapi memberikan kalau pasar dapat turun kembali ke 2019 karna produksi AS selalu melonjak serta OPEC bersama sekutunya pada sebagian titik mau berhenti menahan produksi.

” Kami memandang perkembangan besar beda dengan perkembangan produksi (AS) seputar 1-1, 5 juta bpd pada 2018 serta 2019, ” kata FGE.

Terkecuali itu, OPEC juga mempunyai seputar 1, 5 juta bpd kemampuan cadangan (sesaat) Rusia serta Kazakhstan dapat juga memberikan 500. 000 bpd.